Artikel di Majalh Motor Juni 2013

Artikel di Majalah Motor Juni 2013

Teman saya @anggarecaro dari Majalah Motor Modified Car & Lifestyle suatu hari bertanya tentang gimana cara memilih setir racing atau aftermarket. Hasil wawancara yang kemudian dimuat di Motor edisi Juni 2013 tersebut saya coba sadur di sini, biar ada jejak rekam digital nya ya. Sekaligus saya tambahkan beberapa hal.

Ada 4 hal (plus 1 tambahan khusus)  yang perlu diperhatikan saat kita memilih setir aftermarket mana yang akan kita taro di mobil kita:

1. Fungsi

Saat ini setir sudah banyak yang memiliki berbagai fitur tertanam di dalamnya. Ada airbag, klakson, kontrol audio, paddle shift, dan sebagainya. Bahkan di sekitar lokasi setir juga tentu banyak fungsi yang perlu dijadikan pertimbangan: tuas lampu, wiper, dan lainnya. Maka itu, saat mau ganti setir OEM Anda dengan setir aftermarket, tentukan dulu tujuan penggantian setirnya buat apa. Buat sekedar fashion, atau mesti mengakomodir fungsi lain seperti disebut sebelumnya? Pastikan setir aftermarket yang Anda pilih tidak menghilangkan fungsi yang semestinya ada, apalagi yang menunjang safety. Misalnya, sudah banyak setir aftermarket, termasuk yang branded, yang sudah mengakomodir fungsi airbag. Sedangkan untuk remote audio di stir, biasanya kudu menambah modul tambahan. Ingat, fashion for function sebaiknya jadi patokan paling dasar.

Berbahan suede grip lebih bagus. Desain untuk Formula race seperti ini dirancang untuk bisa mengakomodir berbagai tambahan aksesoris

Berbahan suede grip nya lebih bagus. Desain untuk Formula race seperti ini dirancang untuk bisa mengakomodir berbagai tambahan aksesoris. Foto: SparcoUSA

2. Bahan

Selain bahan plastik abs seperti halnya kebanyakan setir OEM, yang banyak beredar biasanya lingkar setir terbuat dari bahan kulit, suede dan kayu.  Memang ada yang berbahan carbon kevlar, tapi jarang dan pasti mahal. Setiap material memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tinggal sesuaikan aja dengan kebutuhan kita. Suede merupakan bahan yang paling enak dipegang, anti slip, tapi cepat botak. Jadi gak rekomen buat harian (kecuali mau retrim ulang suede nya tiap 3 bulan ya hehe), tapi rekomen banget buat balap. Kulit lebih tahan lama karena mudah dibersihkan, tapi kadang-kadang kalo sudah berumur akan mudah slip. Sedangkan kayu aura retro nya kental, tapi licin. Karbon lebih mementingkan lightweight nya, tapi di grip masih lebih licin daripada kulit. Kesimpulannya, buat harian ya paling cocok kulit.

Stir Recaro Special made by Momo saya bela2in pasang menon-aktifkan fungsi air bag. Ah, masih banyak cara lain meningkatkan safety kok...heheheh

Stir Recaro Special made by Momo saya bela2in pasang menon-aktifkan fungsi air bag. Ah, masih banyak cara lain meningkatkan safety kok…heheheh

3.  Bentuk atau Desain

Model setir jaman sekaramg sangat beragam, gak cuma bundar aja. Belum lagi bentuk dan jumlah spoke nya. Ada  setir  dengan spokeyang celong, ada yang rata banget ala setir F1. Ini semua bermuara ke fungsi dan kebiasaan driver. Misal, setir celong ala rally atau drift akan membuat jangkauan tangan ke tuas sein atau wiper jadi lebih jauh. Kenyamanan mesti diperhitungkan saat memilih desain.

4. Aksesoris

Ada bejibun aksesori yang bisa nempel di setir: quick release,timer button, tombol tambahan (ala tombol NOS), ring hub setir, dan masih banyak lagi. Intinya, jangan sampai salah pilih aksesori, karena bisa mengganggu fungsi dan kenyamanan. Contohnya, penambahan quick release pasti akan menambah jarak antara posisi tangan dan tuas atau tombol di dasbor. Duduk pun mesti lebih mundur, padahal kaki belum tentu nyaman buat injak pedal lho.

Nah, tambahan khususnya yang no. 5 nih….

Stir Spoon non-air bag. Walaupun buatan Momo (Italy) tetap jadi buruan para JDM mania

Stir Spoon non-air bag. Walaupun buatan Momo (Italy) tetap jadi buruan para JDM mania

5. Gengsi

Nah, kalo faktor ini gak mutlak mesti diikuti. Biasanya hanya segelintir orang yang fanatik atau penggemar berat setir. Yup, kolektor setir sudah mulai banyak di Indonesia. Unsur kelangkaan akan mengalahkan faktor kenyamanan dan fungsi. Apalagi harga setir macam ini bukan main dasyatnya, jadi gengsi itu bener-bener memuaskan. Setir Recaro, Alpina, Spoon (buatan Momo), TRD, Nardi atau beberapa merk lain merupakan contohnya. Ayo, mau ikutan koleksi setir langka? Udah banyak lho yang punya rak khusus di rumahnya buat pajang koleksi setirnya…..

Setir Alpina buat BMW seri E34. Tuner ini mengeluarkan tipe yang berbeda buat seri BMW yang berbeda. Collector's item! Foto: Beastpower.com

Setir Alpina buat BMW seri E34. Tuner ini mengeluarkan tipe yang berbeda buat seri BMW yang berbeda. Collector’s item! Foto: Beastpower.com

Trus gimana dengan setir KW yang sekarang banyak beredar memalsukan Sparco, Momo dan lainnya? Sederhana aja sih, harga ndak bohong. Tampang mungkin mirip (untuk sama persis juga hampir tidak mungkin) untuk tujuan fesyen, tapi kualitas ya jangan diharapkan sih. Dan yang pasti gak bisa menerapkan ‘gengsi’ dong…heheheh…. Yah pilihan balik ke masing-masing aja lah!

Advertisements
Comments
  1. Dokuganryu says:

    mantap om, kebetulan saya pakai steer Momo Devil 🙂 Harga memang ga bohong.
    lumayan buat kantong pas-pas harganya ga begitu tinggi seperti varian yang lain 🙂
    Luckily, that momo release “cheap” edition and value-for-money.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s